Love U coz of Allah

mungkin inilah jawaban dari kegelisahanku selama inii..
sekarang baru lha aku mengerti dan baru aku sadari, memank,, aku jatuh cinta,, aku mencintainya...

tapi kenapa aku baru menyadari nyah sekarang????????????
kenapa gagk dari sebelum2 nyah?????????

baru kalii ini semua terasa beda,, beda dari sebelum2 nyah...
mungkin karena aku gak ada berharap apapun dari nyah,, semua tulus datang dari hatii..

dan semua itu yang membuatku semakin semangat dalam menjalani hidup dan dalam menggapai semua impianku..

hmm...
iia,, aku mencintainya karena Allah..
uhibbuki fillah....

terima kasih Ya Allah karena udah memberi rasa cinta ini ana..
ana berjanji akan menjaga nyah baek-baek....

SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!

KELUHAN HATI


 Assalamu'alaikum...
hmm...
disini ana cuma mau bagi-bagi keluhan hatii.. :)
ana harap sobat-sobat sekalian sudi untuk membacanya sebentar saja..
kita sama sama tau sob kalo negara ini negara merdeka, negara demokratis, yang kita bisa melakukan bebas apa saja. termasuk agama, di negara ini kita bisa bebas memilih agama mana yang kita suka, yang menurut kita tidaklah berat menjalani nya.
tapi ana terlalu khawatir untuk yang satu ini, negara kita tercinta ini, Indonesia, yang sebagian besarnya beragama Islam, memiliki identitas seorang muslim, yang di KTP tertera agama Islam. tapi apa kita begitu yakin dengan keislaman kita????

banyak ana dengar kata-kata yang terlontar dari kebanyakan orang "Islam, cuma KTP", "katanya muslim tapi sholat aja gak pernah, malah bulan puasa pun merokok", atau yang lebih menyedihkan lagi "ini agamanya Islam, tapi busananya buka-bukaan, bukannya dalam Islam aurat seorang wanita itu seluruh tubuh ya???"  

nah yang terakhir itu sangat sangat membuat ana miris. bagaimana tidak miris, di negara kita aja yang udah dijamin agamanya bisa- bisanya seperti itu, di negara yang demokrasi ini tidak di perbolehkan seorang pun memerintahkan seorang muslimah untuk berbuka hijab (jilbab), bahkan seorang presiden pun, orang tertinggi di negara ini tidak berhak memerintahkan untuk buka hijab. kita udah enak lho tinggal disini yang segalanya udah di lindungi sama negara. pernahkah kita bayangkan bagaimana saudara-saudara kita di Eropa sana yang mati-matian (bukan setengah mati lagi) memperjuangkan keislamannya, memperjuangkan jilbabnya.
mereka bahkan bisa saja dibayar berapa pun asalkan rela untuk membuka hijabnya, tapi apa??? mereka tidak melakukan itu, tidak mau sob, mereka merasa sudah menemukan keyakinan yang selama ini mereka cari-cari. semua itu berawal dari permasalahan hidup mereka, yang tidak menemukan penyelesaiannya selain dari Al-Qur'an. karena disana lha terdapat semua penyelesaian dari semua permasalahan di kehidupan kita.
lagian banyak lho yang sama sekali gak kita duga bakal memeluk Islam, seperti pendeta dkk.. yang dahulunya sangat-sangat membenci Islam dan antipati terhadap Islam malah sekarang menjadi mu'allaf. bahkan ada di Inggris calon walikota yang akan membuat peraturan sesuai Islam jika dia terpilih. merupakan suatu kemajuan yang sangat signifikan bukan,, karena kita ketahui bersama bahwa di Inggris sudah banyak penduduk yang menjadi mu'allaf, pada tahun 2010 (kalau tidak salah) penduduk di Inggris yang beragama Islam sudah mencapai 10.000 orang. itu baru di Inggris, belum di negara Eropa lain, atau bahkan di Amerika. yang kita ketahui bersama juga bahwa Islam disana khususnya di Kanada berkembang secara pesat.
kembali kepada hijab tadi..
ana tidak tau mengapa mereka sanggup melakukan seperti itu, ana pernah denger dari guru agama ana yang katanya "1 kali aja buka aurat maka 1 nama kita tercantum di pintu neraka". bayangkan sob, kalo misalnya 1 hari kita ada keluar rumah sebanyak 2 kali, berarti 2 kali kita memperlihatkan aurat kita kepada yang bukan muhrim kita, nah kalau itu terus berlangsung selama 1 tahun?? satu tahun terdiri dari 365 hari, jadi 365x2 udah berapa nama kita tecantum di pintu neraka??? saya pikir sobat sekalian mahir dalam menghitung itu, karena itu merupakan makanan kita sehari-hari di sekolah.
itu baru saja tidak memakai hijab sob, tidak melakukan kesalahan yang menimbulkan dosa, konon lagi kalau kita melakukan perbuatan dosa,, sudah berapa nama kita tercantum di pintu neraka hari itu juga???????
sebenar nyah sudah jelas perintahnya di dalam Al-Qur'an lho sob, dalam surah Al-Ahzab:59 dan (1 lagi lupa).
“Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”
sebenarnya banyak lho faedah kita pake hijab, selain nama kita gak tercantum dalam pintu neraka, kita juga gak di ganggu sama orang-orang yang gak bertanggung jawab, juga merupakan identitas kita sebagai seorang muslim (muslimah), terus kita terhindar dari prasangka-prasangka buruk yang mengarah kepada kita. jangankan gak pake hijab, kita pake hijab aja kadang ada aja orang yang su'uzhan sama kita, konon lagi kalo kita gak pake hijab.
seperti yang kita ketahui bersama, mana mungkin orang tersebut (yang gak bertanggung jawab) mau mengganggu orang yang memakai hijab, paling dia mengganggu hanya "assalamu'alaikum" ke kita.. karena dia tau mau mengganggu kita-kita (berhijab) memakai cara apapun gak bekalan berhasil kalau tidak mengucap salam, karena hanya dengan itu lha mereka di gubris,, selain itu maaf lha iia... :)
hmm..
mungkin sampai itu saja tulisan ana kali ini, maaf kalau kebanyak’an..
Wassalamu’alaikum...
Salam sobat semua nya!!!!!!!!!!!!!!!!!

GAYA BAHASA ATAU MAJAS


Gaya bahasa adalah pemakaian kata-kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk melukiskan sesuatu untuk membentuk plastik bahasa. Yang dimaksud dengan plastik bahasa ialah daya cipta pengarang dalam mmebuat cipta sastra dangan mengemukakan pemilihan kata yang tepat memungkinkan “tenaga” yang sesuai dengan buah pikiran dan perasaan yang terkandung dalam karya itu.
Pada dasarnya gaya bahasa dibagi atas 4 bagian, yaitu:
1.       Gaya bahasa perbandingan
2.       Gaya bahasa penegasan
3.       Gaya bahasa pertentangan
4.       Gaya bahasa sindiran

1.         Gaya bahasa perbandingan dibagi atas 15 macam, yaitu :
a.       Metafora
Gaya bahasa perbandingan dengan memperbandingkan suatu benda dnegan benda yang lain karena mempunyai sifat sama atau hampir sama.
Contoh :
Raja singa telah pergi keperaduannya (=matahari)
                Dewi malam telah keluar dari balik awan (=bulan)
b.      Personifikasi
Gaya bahasa perbandingan yang mmeperbandingkan benda mati atau tidak dapat bergerak seolah-olah bernyawa dan dapat berperilaku seperti manusia.
Contoh :
Angin berbisik, membelai gadis itu                            
Hatinya berklata bahwa perbuatan itu tidak boleh dilakukannya.
c.       Asosiasi
Gaya bahasa perbandingan dengan memperbandingkan sesuatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan atau gambaran dan sifatnya.
Contoh :
Wajahnya muram bagai bulan kesiangan.
                Semangatnya keras bagai baja.
d.      Alegori
Gaya bahasa yang memperlihatkan perbandingan utuh, perbandingan itu membentuk kesatuan yang menyeluruh.
Contoh :
Mendayung bahtera hidup merupakan perbandingan yang utuh dan menyeluruh bagi seseorang dalam rumah tangga; bahtera merupakan perbandingan dari rumah tangga, sedangkan pengemudi dan awaknya merupakan perbandingan dari suami-istri. 
e.      Parabel
Gaya bahasa perbandingan dengan mempergunakan perumpamaan dalam hidup. Gaya bahasa ini terkandung dalam seluruh isi karangan.
Contoh :
Bhagawat Gita, Mahabrata, dan Bayan.
f.        Tropen
Gaya bahasa perbandingan dengan membandingkan suatu pekerjaan atau perbuatan dengan kata-kata lain yang mengandung pengertian yang sejalan.
Contoh :
Ia mengubur dirinya saja, lalu tiada terdengar lagi suaranya.
                                  Kemarin dia terbang menuju Timor Leste
g.       Metonimia
Gaya bahasa perbandingan yang mengemukakan merk dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuatu yang dipergunakan atau dikerjakan sehingga kata itu berasosiasi dengan  benda keseluruhan.
Contoh :
Ia naik honda setiap hari ke kantornya (maksud naik motor merk honda, bukan kijang,    daihatsu, dll)
                Kami berkodak di tepi pantai (maksudnya berfoto denag tustelnya bermerk kodax)
h.      Litotes
Gaya bahasa perbandingan yang melukiskan keadaan sesuatu denagn kata-kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan hati.
Contoh:
Datanglah ke gubuk orang tuaku
Perjuangan kami hanya setitik air dalam samudera luas.
i.         Sineckhdote
·   Pars prototo
Gaya bahasa sineckhdote yang melukiskan sebagian untuk seluruh tanggapan.
Contoh :
Berapa kepala yang hadir hari ini?
Sejak tadi dia tidak kelihatan batang hidungnya.
·   Totem proparte
Gaya bahasa sineckhdote yang melukiskan keseluurhan untuk sebagian.
Contoh :
Indonesia keluar sebagai juara umum dalam ASEAN Games.
Medan pernah menyelenggarakan FFI dua kali.
j.        Eufimisme
Gaya bahasa perbandingan yang mengganti satu pengertian dengan kata lain yang hampir sama artinya dengan maksud untuk menghindarkan pantang atau sopan santun.
Contoh :
Orang itu sudah berubah akal (=gila)
Datuk itu sudah berlalu ke hutan (=harimau)
k.       Hiperbola
Gaya bahasa yang dipakai jika seseorang hendak melukiskan peristiwa atau keadaan dengan cara berlebih-lebihan dari sesungguhnya.
Contoh :
Hatiku terbakar, darahku terasa mendidih, mendengar berita itu.
Tangisnya menyayat hatir orang lain.
l.         Alusio
Gaya bahasa perbandingan dengan mempergunakan ungkapan atau peribahasa yang sudah lazim dipergunakan orang.
Contoh:
Kakek itu tua-tua keladi, sudah tua makin menjadi.
Bergaul dengannya dukup makan hati.
m.    Antonomasia
Gaya bahasa perbandingan dengan menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang sesuai dengan sifat orang tersebut.
Contoh :
Si pincang kini telah tiada.
n.      Prifase
Gaya bahasa perbandingan dengan mengganti sebuah kata dengan beberapa kata atau sebuah kalimat.
Contoh:
Kami baru sampai ke tempat sore hari menjadi Kami baru sampai ke tempat itu ketika matahari akan tenggelam di ufuk barat.  

2.       Gaya bahasa penegasan
a.       Pleonasme
Gaya bahasa penegasan yang mempergunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu dikatakan lagi karena arti kata tersebut sudah terkandung dalam kata yang diterangkannya.
Contoh:
Salju putih sudah mulai turun.
Ia tidak naik keatas.
b.      Repetisi
Gaya bahasa penegasan dengan mengulang sepatah kata berkali-kali dalam kalimat yang lain dan biasanya dipergunakan oleh ahli pidato.
Contoh:
Cinta adalah keindahan. Cinta adalah kebahagiaan. Cinta adalah pengorbanan.
Disuruhnya aku bersabar, bersabar, dan sekali lagi bersabar, tetapi kini aku tak tahan lagi.
c.       Paralelisme
Gaya bahasa penegasan yang dipakai dalam puisi dengan mengulang kata-kata.
·   Anapora
Gaya bahasa paralelisme dengan menempatkan kata atau kelompok kata (frase) yang sama di depan tiap-tiap larik dalam puisi secara berulang-ulang.
Contoh :
Kalau ‘lah diam malam yang kelam
Kalau ‘lah tenang sawang yang lapang
Kalau ’lah lelap orang di lawang
·   Epipora
Gaya bahasa paralelisme dengan menempatkan kata atau kelompok kata (frase) yang sama pada akhir larik dalam puisi secara berulang-ulang.
Contoh :
Kalu kau mau, aku akan datang
Kalau kau kehendaki, aku akan datang
Kalau kau minta, aku akan datang
d.      Tautologi
Gaya bahasa penegasan dengan mengulang kata beberapa kali dalam sebuah kalimat.
Contoh :
Kita telah bebas, kita telah merdeka, kita telah bebas dari segala belenggu yang mengikat kemerdekaan kita.
e.      Klimaks
Gaya bahasa penegasan dengan menyatakan beberapa hal berturut-turut makin lama makin memuncak.
Contoh:
Sejak menyemai benih, tumbuh, hingga menuainya, aku sendiri yang menngerjakannya
f.        Antiklimaks
Gaya bahasa penegasan yang bertentangan dengan gaya bahasa klimaks. Pada antiklimaks makna yang tergantung pada kata-kata diucapkan berturut-turut makin lama makin melemah (menurun) tingkatannya.
Contoh:
Jangankan seribu, seratus, serupiah pun tak ada.
Dari para pejabat tinggi, menengah, sampai rendah turut merasakan kebersamaan itu.
g.       Retoris
Gaya bahasa penegasan dengan mempergunakan kalimat tanya yang benar tidak memerlukan jawaban karena sudah diketahuinya.
Contoh:
Mana mungkin orang mati hidup kembali?
Siapakah yang melarangmu berbuat bijak?
h.      Koreksio
Gaya bahasa penegasan berupa mengoreksi kembali kata-kata yang salah atau sengaja salah diucapkan sebelumnya.
Contoh:
Hari ini dia sakit ingata… e maaf, sakit kepala maksudku.
i.         Asindenton
Gaya bahasa penegasan dengan menyatakan beberapa benda, hal atau keadaan secara berturut-turut tanpa memakai kata penghubung.
Contoh:
Kemeja, sepatu, kaus kaki, dibelinya di toko itu.
j.        Polisindenton
Gaya bahasa penegasan dengan menyebutkan beberapa benda, hal, atau keadaan secara berturut-turut dangen mempergunakan kata sambung.
Contoh:
Sebelum naik ke rumah, ditinggalkannya sepatnya karena takut akan mengotorkan lantai.
k.       Interupsi
Gaya bahasa penegasan dengan mempergunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di antara kalimat pokok guna lebih menjelaskan dan penekanan bagian kalimat sebelumnya.
Contoh:
Aku, orang yang sepuluh tahun bekerja disini, belum pernah dinaikkan pangkat.
l.         Praterito
Gaya bahasa penegasan dengan menyembunyikan sesuatu, kemudian pembaca harus menerka apa yang disembunyikannya itu. Biasanya pembaca sudah dianggap sudah memakluminya.
Contoh:
Kehirukpikukan masyarakat Yogyakarta dalam menyambut gerhana matahari total yang langka ini tidak usah saya ceritakan lagi.
m.    Enumerasio
Gaya bahasa penegasan dengan melukiskan satu peristiwa agar keseluruhan maksud kalimat lebih jelas dan lugas.
Contoh;
Angin berhembus, laut tenang, bulan memancar lagi.

3.       Gaya bahasa pertentangan
a.       Paradoks
Gaya bahasa pertentangan yang hanya kelihatan pada arti kata yang berlawanan, padalah maksud yang sesungguhnya tidak karena obyeknya berlainan.
Contoh:
Hatinya sunyi tinggal di kota Jakarta yang ramai ini
Ia mati kelaparan ditengah-tengah kekayaan yang berlimpah.
b.      Entitesis
c.       Okupasi
Gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan, tetapi kemudian diberikan penjelasannya.
Contoh:
Candu merusakkan kehidupan, itu sebabnya pemerintah mengawasi dengan keras, tetapi si pecandu tetap tidak dapat menghentikan kebiasaannya.
d.      Kontradiksio interminis
Gaya bahasa pertentangan yang memperlihatkan pertentangan dengan penjelasan semula.
Contoh:
Murid-murid kelas ini hadir kecuali si Jaka yang sedang ikut jambore.
Anak-anakku tidak pernah tinggal kelas kecuali yang ketiga yang sudah dua kali tida lulus ujian akhir. 

4.       Gaya bahasa sindiran
a.       Ironi
Gaya bahasa sindiran yang menyatakan sebaliknya dengan maksud penyindir.
Contoh:
Merdu benar suaramu hingga terbangun aku
Pagi benar kau datang, padahal orang lain sudah menunggu.
b.      Sinisme
Gaya bahasa sindiran dengan kata-kata yang mempergunakan kata-kata sebaliknya seperti ironi, tetapi lebih kasar.
Contoh:
Pukullah aku kalau kau berani
Muntah aku melihat mukamu
c.       Sarkasme
Gaya bahasa sindiran yang paling kasar dengan mempergunakan kata-kata yang dianggap tidak sopan.
Contoh:
Cih, mukamu seperti monyet jika aku melihatmu
Bagaimana mungkin aku dapat mengambil menantu monyet itu. 

INDUKSI KETAHANAN CABAI (Capsicum annuum L.) TERHADAP KUTU KEBUL (Aleurotrachelus trachoides) (HEMIPTERA: ALEYRODIDAE) DENGAN   RIZOBAKTERI...