Ketika Waktu Menyapu

Kini ku terjebak disini
Di tempat yang sama sekali asing
Bulan ini, bintang ini, seolah semuanya menertawakanku
Jarak ini begitu menyiksa

Ya, andaikan saja itu semua tak terjadi
Mungkin aku masih bisa melihat senyummu kala pagi tiba
Menilik hingga kesorean menjelang
Namun, aku bukanlah waktu yang selalu mengikuti kemana pun langkahmu

Terkadang aku malu pada lembayung
Yang selalu bisa menawarkan keindahan di kala akan tenggelam
Aku yang tak berada di sisinya
Inginku agar segera mendengarkan kesahnya
Mengusap bulir-bulir itu
Menjadi telinga setianya
Yaa, aku sadar, berat langkahku untuk tetap menuju mu
Sepasang ini seolah olah sudah tidak utuh milikmu lagi
Rela itu harus
Kau yang mengajarkan ku untuk berbagi, bukan

Mendengarkannya menjadi rutinitas malam ku
Rutinitas yang sangat ku nikmati
Bahkan hingga pagi menjelang
Namun aku tak menyangkal, aku tak menginginkannya
Tubuhku mungkin iya, tapi tidak dengan hatiku

Maafkan haus yang selalu menerpa
Air yang ku nanti itu, bukan darimu
Bahkan apakah kau mempunyai atau tidak
Maafkan jika aku harus berbagi
Ku yakin kau senang melihatnya
Inilah aku, yang selalu tidak untukmu
Maafkan aku, jika hati ini masih untukmu

FU_220519

The Story of Heart


Mungkin ini memang kutukan ku menyebabkan semua yang aku sentuh terluka.

Bahkan dia yang aku kira akan baik2 saja karena aku berusaha menjalani sebiasa mungkin, akhirnya ikut terluka.

Tapi aku tidak menyesal, karena aku juga belajar dari kamu mengenal dunia meski dalam kegelapan.
Dan aku mendapati bahwa dalam kegelapan ini aku bisa menyelami impian dan dunia ku sendiri.

Terima kasih kamu sempat menemaniku hidup tanpa cahaya.

Aku senang bersentuhan dengan semua yang telah kita alami, rasanya seperti tangan ibu tua yang hangat di setiap riak keriput yang menyimpan sejuta cerita.

Tapi dalam kesunyian pun energy untuk mencipta berlimpah ruah dan aku perlu energy itu, mungkin pada akhirnya  kita akan bertemu kembali dalam 1 kota, yang bernama ingatan.

(inspiration by the film “The Gift”)

E-Book Komet - Tere Liye


Setelah “musuh besar” kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke portal menuju Klan Komet. Kami bertiga tersesat di klan asing untuk mencari pusaka paling hebat di dunia paralel.
Buku ini berkisah tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja. Buku ini juga berkisah tentang persahabatan yang mengharukan, pengorbanan yang tulus, keberanian, dan selalu berbuat baik. Karena sejatinya, itulah kekuatan terbesar di dunia paralel.

download >> 
http://gg.gg/komet_febryutami

Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.. :)

INDUKSI KETAHANAN CABAI (Capsicum annuum L.) TERHADAP KUTU KEBUL (Aleurotrachelus trachoides) (HEMIPTERA: ALEYRODIDAE) DENGAN   RIZOBAKTERI...