Tetiba teringat akan kisah dahulu
Sejenak meragukan ku atas semua yang ku ambil
Betapa mudahnya aku kala itu
Sakit, itu pasti
Pedih, apa lagi
Tapi Engkau masih menguatkan hati untuk tetap bertahan
Engkau selalu mempunyai pengalihan2 yang sanggup membuatku menerima semuanya
Ketentuan Mu itu yang aku ikhlaskan
Keputusan nya itu yang aku agungkan
Bahkan jika tidak diberi waktu sekarang, mungkin kali lain aku akan tetap mencobanya
Sesuatu yang membuat diri ini sadar sedang dimana
Tingkatan mana yang kiranya sudi menempatkan aku berada di sisinya
Dan seketika sadar, Engkau masih sayang padaku
Engkau tahu kepada siapa lelah ini mengadu
Engkau paham kepada siapa air mata ini patut terkeluh
Yaa, sekarang aku yakin
Bahwa bukan dirinya lah yang terhakimi
Bukan padanya lah bahu ini dimiliki
Engkau sudah jauh berada di ujung inti
Febry Utami.2019
Semua yang berisi tentang apa yang ingin ku tulis, ingin ku bagi, ingin ku cerita kan, yang mengurangi isi hati dan pikiran, dan juga semua tentang perjalanan hidup. Selamat menyelami dalam keromantisan. karena hidup semata-mata tentang romantis, yang tak akan pernah habis.
Ketika Waktu Menyapu
Kini ku terjebak disini
Di tempat yang sama sekali asing
Bulan ini, bintang ini, seolah semuanya menertawakanku
Jarak ini begitu menyiksa
Ya, andaikan saja itu semua tak terjadi
Mungkin aku masih bisa melihat senyummu kala pagi tiba
Menilik hingga kesorean menjelang
Namun, aku bukanlah waktu yang selalu mengikuti kemana pun langkahmu
Terkadang aku malu pada lembayung
Yang selalu bisa menawarkan keindahan di kala akan tenggelam
Aku yang tak berada di sisinya
Inginku agar segera mendengarkan kesahnya
Mengusap bulir-bulir itu
Menjadi telinga setianya
Yaa, aku sadar, berat langkahku untuk tetap menuju mu
Sepasang ini seolah olah sudah tidak utuh milikmu lagi
Rela itu harus
Kau yang mengajarkan ku untuk berbagi, bukan
Mendengarkannya menjadi rutinitas malam ku
Rutinitas yang sangat ku nikmati
Bahkan hingga pagi menjelang
Namun aku tak menyangkal, aku tak menginginkannya
Tubuhku mungkin iya, tapi tidak dengan hatiku
Maafkan haus yang selalu menerpa
Air yang ku nanti itu, bukan darimu
Bahkan apakah kau mempunyai atau tidak
Maafkan jika aku harus berbagi
Ku yakin kau senang melihatnya
Inilah aku, yang selalu tidak untukmu
Maafkan aku, jika hati ini masih untukmu
FU_220519
Di tempat yang sama sekali asing
Bulan ini, bintang ini, seolah semuanya menertawakanku
Jarak ini begitu menyiksa
Ya, andaikan saja itu semua tak terjadi
Mungkin aku masih bisa melihat senyummu kala pagi tiba
Menilik hingga kesorean menjelang
Namun, aku bukanlah waktu yang selalu mengikuti kemana pun langkahmu
Terkadang aku malu pada lembayung
Yang selalu bisa menawarkan keindahan di kala akan tenggelam
Aku yang tak berada di sisinya
Inginku agar segera mendengarkan kesahnya
Mengusap bulir-bulir itu
Menjadi telinga setianya
Yaa, aku sadar, berat langkahku untuk tetap menuju mu
Sepasang ini seolah olah sudah tidak utuh milikmu lagi
Rela itu harus
Kau yang mengajarkan ku untuk berbagi, bukan
Mendengarkannya menjadi rutinitas malam ku
Rutinitas yang sangat ku nikmati
Bahkan hingga pagi menjelang
Namun aku tak menyangkal, aku tak menginginkannya
Tubuhku mungkin iya, tapi tidak dengan hatiku
Maafkan haus yang selalu menerpa
Air yang ku nanti itu, bukan darimu
Bahkan apakah kau mempunyai atau tidak
Maafkan jika aku harus berbagi
Ku yakin kau senang melihatnya
Inilah aku, yang selalu tidak untukmu
Maafkan aku, jika hati ini masih untukmu
FU_220519
The Story of Heart
Mungkin ini
memang kutukan ku menyebabkan semua yang aku sentuh terluka.
Bahkan dia
yang aku kira akan baik2 saja karena aku berusaha menjalani sebiasa mungkin,
akhirnya ikut terluka.
Tapi aku
tidak menyesal, karena aku juga belajar dari kamu mengenal dunia meski dalam
kegelapan.
Dan aku mendapati
bahwa dalam kegelapan ini aku bisa menyelami impian dan dunia ku sendiri.
Terima kasih
kamu sempat menemaniku hidup tanpa cahaya.
Aku senang
bersentuhan dengan semua yang telah kita alami, rasanya seperti tangan ibu tua
yang hangat di setiap riak keriput yang menyimpan sejuta cerita.
Tapi dalam
kesunyian pun energy untuk mencipta berlimpah ruah dan aku perlu energy itu,
mungkin pada akhirnya kita akan bertemu
kembali dalam 1 kota, yang bernama ingatan.
(inspiration
by the film “The Gift”)
Langganan:
Postingan (Atom)
INDUKSI KETAHANAN CABAI (Capsicum annuum L.) TERHADAP KUTU KEBUL (Aleurotrachelus trachoides) (HEMIPTERA: ALEYRODIDAE) DENGAN RIZOBAKTERI...
-
SEJARAH KESUBURAN TANAMAN Tisdale & Nelson, 1975 Zaman purba · Pengenalan tentang tanah subur · Pegalama...
-
MAKALAH PRAKTIKUM ILMU HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN HAMA ORDO LEPIDOPTERA OLEH : NAMA : FEBRY UTAMI NO. BP : 121021...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gaharu merupakan produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dalam bentuk gumpalan, serpihan ata...